Sekda Sintang Buka Pelatihan Diversifikasi Tenun Ikat

40 views
banner 468x60)

SM-Sintang : Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah,  membuka pelaksanaan Pelatihan Diversifikasi Tenun Ikat di Betang Ensaid Panjang, Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai pada Sabtu, (23/1/2021). 
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang  Yosepha Hasnah,   menyampaikan sangat menyambut baik pelatihan ini.
”Kami sangat berterima kasih kepada banyak pihak yang sudah mau membimbing dan membina masyarakat kami. Ini luar biasa karena pembangunan  manusia seperti ini tetap berjalan,” terang Yosepha Hasnah 
Sementara itu, Dessy Ratnasari Regional Fasilitator KalFor menjelaskan bahwa pelatihan diversifikasi produk tenun ikat akan dilaksanakan selama 5 hari di Betang Ensaid Panjang, Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai. 
“Pelatihan akan berakhir pada 28 Januari 2021. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas ibu penenun untuk membuat diversifikasi produk tenun ikat, meningkatkan kemampuan menjahit untuk membuat inovasi baru dari turunan tenun ikat sehingga bisa berkembang,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap peranan dari generasi muda untuk terlibat dalam memproduksi tenun ikat, yang selama ini di dominasi orang tua.
“Kami juga mendorong generasi muda untuk terlibat. Pantauan kami, penenun itu didominasi oleh kalangan tua sehingga kami ingin generasi muda juga terlibat dalam produksi tenun ikat ini. Kami berharap kaum muda juga bisa meneruskan tradisi yang baik ini dalam hal membuat kain tenun ikat,” terang  Dessy Ratnasari.
Dirinya mengungkapkan, dalam hal pendampingan ini, pihaknya ingin mewujudkan desa yang inovatif dan berkualitas dalam rangka menjaga areal hutan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
Diungkapkan, KalFor bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pihaknya juga melibatkan Lawe Indonesia yang berbasis di Yogyakarta dan berpengalaman dalam mendorong diversifikasi produk tenun di seluruh Indonesia. Mulai dari Lombok, Nusa Tenggara Barat serta tempat lain termasuk di Sintang. 
Menurutnya, Lawe Indonesia sudah berpengalaman, dan sudah menyiapkan modul yang aplikatif. Mereka akan mendampingi dan melatih para pengrajin untuk menggunakan mesin jahit
“Ini tindak lanjut dari studi banding oleh KalFor  dan masyarakat Ensaid Panjang. Hasilnya kita sangat memerlukan diversifikasi produk tenun saja. Sehingga kita bisa menjual tidak hanya lembaran kain tenun saja, tetapi ada produk turunannya,” ujarnya
Hadir sebagai narasumber Anita Kepala KPH Sintang Utara yang memberikan materi tentang Peranan Diversifikasi Tenun Dalam Menunjang Pengembangan Desa Wisata Wilayah KPH Sintang Utara dan Ernawati Sekretaris Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sintang yang memberikan materi tentang Strategi dan Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan UKM dan IKM di Kabupaten Sintang. (up)

Editor: Petrus Heri Sutopo
banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)

    Tinggalkan pesan