Sekda Sintang Minta Pengrajin Tenun Ikat Lebih Inovatif Ciptakan Produk Turunan

118 views
banner 468x60)

SM-Sintang : Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah berharap para pengrajin tenun ikat Betang Ensaid Panjang bisa melakukan inovatif produk dengan membuat produk turunan dari tenun ikat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, usai membuka Pelatihan Diversifikasi Tenun Ikat pada Sabtu, (23/1/2021) di Kompleks Betang Ensaid Panjang, sekaligus melihat mesin jahit yang akan dipakai untuk membuat produk turunan dari tenun ikat oleh 20 pengrajin tenun ikat.
“Banyak produk turunan yang bisa dibuat untuk dijual, misalnya dompet, tas, cover buku atau yang lagi banyak dibutuhkan masyarakat saat ini yakni masker. Bukan berarti terus menghilangkan yang sudah menjadi ikonik, sebab tidak semua ingin kain ataupun syal yang sudah dikenal sebelumnya. Artinya, pembeli punya pilihan untuk produk tenun ikat.
Dan saya yakin kalau bisa dikemas dalam bentuk lain seperti souvenir, maka nilainya jual semakin bertambah,” ungkap Yosepha Hasnah di tengah peninjauannya.
Oleh karenanya, Sekretaris Daerah berharap para pengrajin yang mengikuti pelatihan ini dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan ilmu yang disampaikan dalam pelatihan ini.
“Saya sangat senang para pengrajin tenun ikat Betang Ensaid Panjang bisa dibimbing langsung oleh orang-orang berpengalaman dari Lawe Yogyakarta. Saya sangat berharap, impian saya yakni munculnya banyak produk turunan dari tenun ikat ini betul-betul bisa diwujudkan. Saya berpesan kepada peserta pelatihan, agar curi ilmu dari Tim Lawe Yogyakarta ini sebanyak-banyaknya. Jangan sedikit ya. Ikuti pelatihan ini dengan benar dan serius,” pesan Yosepha Hasnah.
Yosepha Hasnah mengharapkan agar jika para pengrajin mampu menghasilkan produk turunan dari tenun ikat ini, maka kerajinan tersebut akan dibantu oleh pihak Bea dan Cukai Badau untuk bisa di pasarkan di negara tetangga Malaysia. 
“Kita sudah ada kerjasama dengan pihak Bea dan Cukai Badau dalam rangka mengembangkan usaha mikro kecil menengah dan industri kecil menengah di Kabupaten Sintang. Kerjasama ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk membantu UMKM dan IKM Kabupaten Sintang yang salah satunya adalah para pengrajin tenun ikat di Betang Ensaid Panjang ini,” terang Yosepha Hasnah. (up)
Editor : Petrus Heri Sutopo
banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)

    Tinggalkan pesan