Distribusi Vaksin yang Terbatas Sebabkan Rendahnya Capaian Program Vaksinasi

5 views
banner 468x60)

SINTANGMEDIA : Capaian program vaksinasi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, masih rendah. Persentasenya vaksinasi untuk warga lanjut usia (Lansia) bahkan baru mencapai 2,2 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, capaian vaksinasi Covid-19 per tanggal 20 Mei 2021, baru 6.728 petugas publik atau 28 persen yang sudah divaksinasi dari target 23.766 orang.

Sementara kategori lansia capaian vaksinasi baru 815 orang atau 2.2 persen dari target 36.789 orang.

“Faktor capaian vaksinasi Covid-19 kita masih sangat rendah. Itu dikarenakan distribusi vaksin masih sangat terbatas,” kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Diskes Sintang, Bambang Hermanto, Jumat (21/5/2021).

Terbatasnya alokasi vaksin yang diterima Dinkes Sintang menyebabkan program vaksinasi tidak bisa merata di semua kecamatan. Selama ini, vaksinasi hanya berpusat di kota kabupaten Sintang saja.

“Kita baru bisa melakukan vaksinasi di pusat kabupaten, atau di Kecamatan Sintang saja. Sementara 13 kecamatan lainnya belum bisa kita vaksinasi, makanya capaian kita masih sangat rendah,” ungkap Bambang.

Meski persentase vaksinasi rendah, terus berupaya mempercepat vaksinasi, dengan mempergunakan sisa dosis vaksin yang tersedia.

“Alhamdulillah Sintang kecepatan vaksinasinya lumayan lancar, karena dengan vaksin yang ada kita gunakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

“Nanti inshaallah sebanyak 750 vial akan di kirimkan ke Sintang. Kalau ini datang, akan mulai kita distribusikan ke beberapa puskesmas untuk kita fokuskan pada Lansia. Karena lansia merupakan kelompok yang resiko tinggi,” jelas Bambang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh membenarkan jika faktor rendahnya capaian vaksinasi disebabkan terbatasnya alokasi vaksin dari Pemprov Kalbar untuk Kabupaten Sintang. Saat ini saja, stok vaksin tinggal tersedia 100 dosis untuk vaksinasi dosis kedua lansia.

“Capaian rendah karena vaksin yang kita terima jumlahnya sangat terbatas. Sisa stok kemarin itu, masih menyelesaikan untuk dosis kedua lansia, yang sudah mendapatkan vaksinasi pertama, mungkin tinggal 100 dosis lagi,” kata Sinto.

Selain faktor terbatasnya jumlah dosis vaksin, kontra indikasi lansia juga menjadi faktor lain rendahnya vaksinasi. “Beberapa lansia juga ada memiliki kontra indikasi untuk dilakukan vaksinasi. Jadi ada yang ditunda, nanti datang lagi, tekanan darah tinggi sekali, seperti itulah,” jelasnya.

Sinto menilai, jika stok vaksin yang diberikan provinsi ke Sintang banyak, maka capaian program vaksinasi terhadap lansia juga akan besar. Oleh sebab itu, pihaknya saat ini masih menyelesaikan vaksinasi tahap dua untuk lansia sembari menunggu kedatangan alokasi vaksin dari provinsi.

“Intinya sebenarnya kalau vaksin yang kita dapatkan jumlah vaksin sangat besar, kita bisa melakukan vaksinasi massal terhadap lansia, tapi sekarang kita tidak bisa. Kalau vaksin datang kita vaksinasi, kalai habis, stop lagi, ada lagi kita lakukan lagi. Tapi dalam waktu dekat kita dapat kiriman lagi dari provinsi. Kita berharap bisa menyelesakan banyak lansia, kita perioritaskan memang lansia,” tukasnya. (Up)

Editor : PETRUS HERI SUTOPO

banner 468x60)
Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 468x60)

Tinggalkan pesan